Dokumentasi

Gallery

“Kascing, Solusi Organik untuk Pertanian Berkelanjutan.”

Pemanfaatan Cascing pada Tanaman

Kascing dikenal sebagai pupuk alami yang sangat kaya akan unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta mikroorganisme yang membantu memperbaiki struktur tanah. Dalam konteks budidaya cabai, penggunaan kascing terbukti mampu memperbaiki aerasi tanah, meningkatkan daya serap air, dan memperkuat sistem perakaran tanaman sehingga cabai tumbuh lebih sehat dan produktif.

Diskusi Optimalisasi Hasil Cascing dengan Mitra

Kascing, memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berkualitas dengan biaya produksi rendah namun keuntungan besar. Melalui budidaya cacing, pelaku usaha tidak hanya memperoleh kascing yang bernilai jual Rp2.000–Rp15.000 per kilogram, tetapi juga cacing hidup sebagai produk tambahan. Penggunaan kascing membantu petani menghemat biaya pupuk kimia sekaligus meningkatkan hasil panen, sementara di sisi lain menciptakan peluang usaha baru dan lapangan kerja di bidang pertanian organik serta pengelolaan limbah ramah lingkungan.

Pengecekan Hasil Cascing

Pengecekan produksi kascing merupakan tahap penting untuk memastikan kualitas dan kuantitas pupuk organik yang dihasilkan tetap optimal. Kegiatan ini mencakup pengamatan terhadap kondisi media, kelembapan, suhu, serta aktivitas cacing dalam proses penguraian bahan organik. Kascing yang sudah matang ditandai dengan warna hitam pekat, tekstur halus, dan tidak berbau. Melalui pengecekan rutin, produsen dapat menjaga mutu produk, meningkatkan hasil panen kascing, serta memastikan proses produksi berjalan efisien dan berkelanjutan sehingga memberikan keuntungan ekonomi yang stabil bagi pelaku usaha..