SOP PETERNAKAN

Pemanfaatan Cacing Pada Peternakan Ayam
  1. Ayam yang terdapat di CV. MSS berusia 1 bulan dan dibeli dari peternak.

  2. Kebutuhan pakan ayam per ekor adalah 100 gr per hari dengan intensikan 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore masing-masing 50 gr.

  3. Pakan yang digunakan adalah hasil racikan sendiri yang terdiri dari jagung giling, konsentrat, azola, cacing, dedak, dan vitamin ayam.

  4. Dalam 1 minggu 1 ekor ayam dapat bertelur 3-4 kali.

  5. Kandang ayam didesain khusus agar terintegrasi dengan cacing yaitu dengan cara menempatkan media cacing dibawah kendang ayam sehingga kotoran ayam yang jatuh dapat langsung ke media budidaya cacing untuk dimakan dan agar kendang cacing tidak bau.

  6. Kandang ayam harus rutin dibersihkan dengan air mengalir. Air tersebut akan jatuh mengenal media budidaya cacing sehingga juga dapat menjaga kelembapannya.

Pemanfaatan Cacing Pada Peternakan Lele
  1. Bibit lele ditebar dalam kolam sejumlah 15,000 ekor.

  2. Kebutuhan pakan lele per hari sebesar 5% dari berat tubuhnya.

  3. Bibit lele diberi pakan full pelet saat I bulan pertama awal menebar sebanyak kurang lebih 10 gr per hari yang dibagi setiap pagi dan sore.

  4. Pakan lele sudah dapat dikombinasikan dengan penunjang lain seperti cacing setelah umur mencapai 1 bulan.

  5. Mulai umur I bulan hingga panen lele dapat diberi pakan full pelet setiap pagi dan bakso cacing setiap sorenya.

  6. Saat umur 1 hingga 2 bulan pemberian pakan pagi sebanyak kurang lebih 30 gr pelet dan sore kurang lebih 30 gr bakso cacing racikan sendiri.

  7. Apabila sudah memasuki umur 2 bulan pakan lele dapat ditingkatkan masing-masing menjadi 85 gr dari pelet dan bakso cacing.

  8. Bakso cacing sendiri terbuat dari campuran dedak, ampas tahu, azola, cacing, dan tepung sisa pembuatan ayam geprek,

  9. Air kolam dapat dijaga kebersihannya dengan mengganti air setiap minggunya.